Sep 24

Testimoni Bisa Ular di Yogyakarta

Testimoni Bisa Ular di Yogyakarta

Keracunan Bisa Ular Yosia Yosafat Berpacu dengan Waktu

Yosia Yosafat

Noni Pace Hinotra Yogyakarta. “Inilah pertolongan Yang Maha Kuasa “

Yosia belum genap empat tahun ketika mata kaki kananya dipatuk ular berbisa. Menurut ibu Yosia – poppy bintang Puspita–, ular itu berwarna hijau dan buntutnya merah. Ukurannya tidak terlalu panajang. Yosia langsung segera mendaptkan serum anti bias ular, namun harga serum yang mahal membuat ibunya berpikir dua kali. “ Saya tidak kuat membayarnya. Saya berasal dari kalangan ekonomi lemah,” tutur bintang. Akhirnya, yosia kecil hanya diinfus dan diberi suntikan. “kaki anak saya bengkak berwarna kebiruan. Seiring waktu, bengkaknya merambat keatas. Mula – mula hanya bengkak dari kaki sampai lutut, lalu pahanya ikut bengkak. Lama – lama penisnya juga bengkak. Kadar trombositnya juga turun terus,” jelas Bintang. Bintang lalu menelpon pihak gerejanya untuk meminta bantuan.Betty,rekan segerejanya, lalu memberinya sebotol Hinotra  Juice. Kata Betty, Hinotra Juice dapat menetralisir racun. Betty menyuruh Bintang memberi satu sloki Hinotra  Juice pada Yosia. Tapi karena panic, bintang tak menyimak. Ia hanya memberikan dua sendok makan Hinotra  Juice setiap jam pada putranya. Ia juga mengompres bagian – bagian yang bengkak dengan kain yang dibasahi Hinotra  Juice. Yosia pertama kaliu mengonsumsi Hinotra  Juice pada hari minggu. Esoknya, hari senin, kaki Yosia yang tadinya sekeras kayu, mulai melunak.
noni pace hinotra
 Noni Pace Hinotra Yogyakarta. Dibagian kaki yang terpatuk ular, keluar cairan berwarna hijau bercampur darah. Ia juga mulai lancer buang air kecil dan besar. Sebelumnya, karena dubur dan penisnya membengkak, ia sulit membuang hajat. Namun pada hari selasa, tuibuhnya mulai bengkak lagi. Trombositnya semakin menurun. Bintang akhirnya memutuskan untuk memberikan serum anti bias yang relatif mahal itu pada putranya. Ia juga menaikkan dosis Hinotra  Juice menjadi dua sloki perjam. Selain itu, setiap yosia menjerik kesakitan, ia langsung memberinya dua sendok makan Hinotra  Juice. Hari Rabu, Bintang tak henti – henti mengompres Yosia dengan Hinotra  Juice. Dua botol Hinotra  Juice langsung tandas hari itu. Keesokannya, bagian – bagian yang bengkak mulai mengempis. Kadar trombosit yosia perlahan – lahan merambat naik. Pada hari sabtu trombositnya sudah berada di angka normal. Hari minggu, yosia diperbolehkan pulang. Walaupun masih sedikit bengkak, kondisinya sudah jauh membaik. Beberapa hari setelah keluar dari RS, barulah bengkak – bengkaknya kempis total. Warna biru kehitaman yang menjalar di kakinya juga lenyap. Biru – biru  itu adalah sel darah merah yang dirusak oleh bisa ular.
Noni Pace Hinotra Yogyakarta. Kini Bintang dapat memluk putranya dengan lega. Sampai kapanpun, ia takkan melupakan masa – masa menegangkan saat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan anaknya. “Inilah pertolongan Yang Maha Kuasa,” katanya, lirih.

Older posts «